Obat Paten vs Obat Generik: Apa perbedaannya?

Sering sekali pasien yang datang berobat ke dokter ingin diresepkan obat paten, karena dianggap lebih bagus dan berkhasiat untuk mengobati penyakit. Selain itu, karena harganya yang mahal, obat paten dianggap lebih berkualitas daripada obat generik. Benarkah demikian?

Secara umum, terdapat dua jenis obat yang dikenal di masyarakat,  yaitu obat paten dan obat generik.

Obat Paten adalah obat baru yang diproduksi dan diedarkan oleh sebuah perusahaan farmasi, serta dilindungi oleh hak paten. Berdasarkan Undang-undang No. 14 tahun 2001 tentang paten, masa hak paten berlaku 20 tahun. Dalam masa ini, sebuah perusahaan farmasi memiliki hak eksklusif untuk memproduksi obat paten, yang tidak boleh diproduksi oleh perusahaan farmasi lain tanpa izin. Penemuan obat paten melalui serangkaian penelitian dan uji klinis sesuai aturan internasional, sebelum dapat diproduksi secara massal. Selain itu, hak eksklusif suatu perusahaan untuk melakukan proses produksi dan pemasaran obat paten membutuhkan biaya yang cukup besar, sehingga obat paten cenderung memiliki harga yang lebih mahal. Contohnya adalah Norvask® (amlodipine besylate), obat antihipertensi yang ditemukan oleh Pfizer. Hingga tahun 2007, sebelum masa hak patennya habis, obat ini hanya boleh diproduksi oleh Pfizer. Setelah masa hak paten berakhir, perusahaan farmasi lain dapat memproduksi obat tersebut, dengan terlebih dahulu mengurus izin edar obat di Indonesia. Obat yang telah habis masa patennya yang kemudian diproduksi dan diedarkan dengan nama dagang disebut obat me-too (mitu) atau saat ini dikenal sebagai obat generik bermerek. Namun, ada juga obat mitu yang tetap diedarkan dengan nama generik.

Obat generik adalah adalah obat dengan nama sesuai International Nonproprietary Names Modified (INN) yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) atau nama resmi yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia berdasarkan zat aktif yang terkandung di dalamnya. Pembuatan obat generik didasarkan pada obat paten (inovator) atau obat originator yang sebelumnya telah diberi izin edar di Indonesia berdasarkan data lengkap khasiat, keamanan, dan mutu obat.  Obat generik terbagi 2, yaitu obat generik berlogo dan obat generik bermerek.

  1. Obat generik berlogo adalah obat generik yang mencantumkan logo perusahaan farmasi yang memproduksinya. Pada awalnya, pemberian logo produsen bertujuan untuk membedakan obat generik yang diproduksi dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) atau tidak. CPOB adalah cara pembuatan obat yang bertujuan untuk memastikan agar mutu obat yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan dan tujuan penggunaan. Namun seiring berjalannya waktu, semua obat harus memiliki sertifikat CPOB untuk  memperoleh izin edar obat di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas obat tetap sesuai standar, meskipun diproduksi oleh perusahaan farmasi yang berbeda. Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) No. 24 Tahun 2017, kemasan obat generik harus mencantumkan harga eceran tertinggi (HET) sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan logo generik berwarna hijau. Selain itu, harga jual obat sudah ditetapkan oleh pemerintah dan disamakan dengan semua perusahaan farmasi, sehingga harga jualnya juga akan lebih murah. Contoh: parasetamol, amoksisilin, amlodipine, dan lain sebagainya.2. Obat generik bermerek (branded generic/branded drugs) adalah obat yang diedarkan dan dijual menggunakan nama dagang sesuai dengan keinginan produsen obat. Obat generik bermerek sering disalahartikan sebagai obat paten. Meskipun memiliki kandungan obat yang sama, harga obat generik bermerek umumnya lebih mahal karena membutuhkan biaya produksi dan promosi yang lebih mahal daripada obat generik biasa. Contoh: Sanmol (parasetamol), Amoxsan (amoksisilin), Divask (amlodipine) dan lain sebagainya.

Khasiat zat aktif antara obat generik dan obat generik bermerek adalah sama sejauh kualitas bahan dasarnya sama. Menurut BPOM, baik obat generik dan obat generik bermerek mengandung zat aktif dengan komposisi, kekuatan, bentuk sediaan, rute pemberian, indikasi, dan dosis yang sama dengan obat paten atau obat originator yang telah disetujui di Indonesia. Sebelum diproduksi, obat generik dan obat generik bermerek wajib melalui uji kesetaraan dengan obat inovator/originatornya, sehingga dapat diketahui kesamaan kualitas obat berdasarkan efek, fungsi penyerapan, dan keamanan dari obat tersebut.

Beberapa perbedaan obat paten dan generik dirangkum dalam tabel berikut:

Perbedaan Obat Paten Obat Generik Bermerek Obat Generik Berlogo
Penamaan Sesuai keinginan produsen Sesuai keinginan produsen Sesuai kandungan zat aktif
Hak paten Ada, 20 tahun Tidak ada Tidak ada
Kemasan Bervariasi, sesuai keinginan produsen Bervariasi, sesuai keinginan produsen Sederhana, tercantum HET, dan logo generik
Harga Sangat mahal, karena membutuhkan serangkaian penelitian, uji klinis, dan proses produksi yang panjang. Mahal, karena membutuhkan biaya untuk promosi dan pemasaran obat. Namun tidak lebih mahal daripada obat paten. Murah, karena tidak membutuhkan biaya promosi dan harga jual diatur oleh pemerintah

 

Perbedaan yang sering diragukan pasien adalah dari segi harga. Banyak masyarakat yang menganggap bahwa kualitas obat generik tidak sebanding dengan kualitas obat paten karena harganya yang sangat murah. Padahal sebenarnya, baik obat paten dan obat generik memiliki kandungan zat aktif dan tujuan terapi yang sama, sehingga apapun obatnya tetap efektif dan aman untuk dikonsumsi.

 

 

Sumber:

Nurhayati. 2017. Bahan Ajar Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK): Farmakologi. Jakarta: Pusat Pendidikan Sumber Daya Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia No. 24 Tahun 2017 tentang Kriteria dan Tatalaksana Registrasi Obat. Jakarta: BPOM.

Hits: 1559

Asam Urat (Rhematoid Artritis)

Apa Itu Asam Urat? 

Asam Urat adlah nyeri sendi, kekakuan sendi, nyeri otot kemudia berlanjut menjadi (pembengkakan sendi) nyeri pada sendi – sendi yang simetris (pada kanan & kiri). Namun pada awal penyakit beberapa pasien merasakan pola asimetris (salah satu bagian kanan & kiri).

 

Tanda – Tanda Asam Urat

  1. Pada waktu pagi, yaitu saat bangun tidur dan pada waktu malam hari biasanya persendian terasa nyeri
  2. Rasa nyeri pada sendi biasanya terjadi berulang kali
  3. Tanda yang ditimbulkan seperti rasa nyeri di persendian, linu, ngilu, kesemutan, membengkak dan meradang berwarna kemerahan
  4. Nyeri di persendian biasanya terjadi di bagian seperti jari tangan, jari kaki, pergelangan tangan, siku, tumit, dan dengkul
  5. Rasa panas disekitar sendi
  6. Untuk kasus yang lebih parah persendian akan mengalami sakit saat mengalami pergerakan
  7. Gejala asam urat biasanya muncul tiba – tiba, tidak dapat diprediksi, dan sering terjadi di tengah malam. Sebagian besar gejala asam urat hanya terjadi dalam beberapa jam selama 1- 2 hari. Namun pada kasus yang parah, nyeri pada sendi bisa saja terjadi dalam waktu berminggu – minggu. Jika Anda mengalami gejala ini, maka encok yang Anda alami cukup parah.

Hits: 30

Osteoarthritis

Nyeri pada tulang dan sendi merupakan keluhan yang umum terjadi. Namun tidak selalu diindikasikan penyakit tertentu. Lalu, bagaimana penanganannya?

Arthritis adalah peradangan sendi. Osteoarthritis adalah peradangan pada sendi yang mempengaruhi tulang rawan dan jaringan pada tulang. Pada umumnya sendi yang terserang adalah sendi di tangan, lutut, pinggul dan tulang belakang dengan gejala umum berupa rasa nyeri dan kekakuan pada sendi. Gejala dapat diredakan dengan aktifitas fisik, dan mengontrol berat badan. Penggunaan obat untuk meredakan nyeri dapat dikonsumsi.
Sendi adalah istilah dimana kedua tulang bertemu. Sendi merupakan bagian yang membuat tubuh kita fleksibel dalam bergerak. Tulang rawan adalah jaringan keras dan halus yang menutupi ujung tulang.

Tanda dan Gejala Osteoarthritis

  1. Timbul rasa nyeri pada bagian yang mengalami osteoarthritis. Sendi akan terasa nyeri ketika bergerak atau setelah bergerak.
  2. Sendi akan terasa lembut atau lembek ketik disentuh.
  3. Sendi akan mengalami kekakuan terutama pada pagi hari ketika bangun tidur atau setelah tubuh tidak beraktifitas.
  4. Tubuh tidak dapat bergerak secara fleksibel.
  5. Ketika bergerak sendi terasa seperti terdengar suara.

Faktor Resiko Osteoarthritis

  1. Faktor Usia
    Resiko menderita osteoarthritis meningkat seiring bertambahnya usia.
  2. Faktor jenis kelamin
    Perempuan memiliki resiko lebih tinggi menderita osteoarthritis.
  3. Faktor genetik
    Beberapa orang mewarisi kecenderungan untuk menderita osteoarthritis.
  4. Kegemukan atau obesitas.
    Seseorang yang mengalami kegemukan atau obesitas memiliki resiko menderita osteoarthritis lebih tinggi pada lutut dan pinggul. Hal ini karena ada beban yang meningkat pada sendi dan potensi terjadi kerusakan sendi besar
  5. Cedera
    Cedera ketika bermain olahraga atau karena kecelakaan dapat meningkatkan resiko terjadinya osteoarthritis.
  6. Kegiatan sehari-hari
    Melakukan pekerjaan yang berulang-ulang dan membuat sendi bekerja lebih keras maka dapat meningkatkan resiko osteoarthritis.

Penanganan Osteoarthritis
Tidak ada obat untuk osteoarthritis tetapi ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala. Tujuan terapi pada osteoarthritis adalah :

  1. Mengurangi rasa sakit dan kekakuan.
  2. Mempertahankan atau meningkatkan mobilitas sendi.
  3. Membatasi kerusakan pada sendi.
  4. Mencegah terjadinya kecacatan yang mungkin timbul.

Terapi yang dilakukan untuk meredakan gejala yang terjadi adalah :

  1. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan terapi pengobatan, seperti obat antinyeri.
  2. Terapi fisik seperti berenang atau berjalan untuk melatih dengan tujuan untuk memperkuat otot-otot disekitar sendi, meningkatkan fleksibilitas gerakan, dan mengurangi rasa sakit.
  3. Melakukan tai-chi atau yoga untuk membantu mengurangi nyeri osteoarthritis, meningkatkan fleksibilitas gerakan, dan untuk mengurangi stress.
  4. Mengontrol berat badan untuk mengurangi beban tulang sendi.
  5. Melakukan fisioterapi untuk membantu mengurangi nyeri dan mencegah terjadinya keparahan.
  6. Melakukan pengobatan alternatif seperti :
    – Akupuntur.
    – Mengkonsumsi suplemen yang mengandung glukosamin dan chondoroitin.
    – Mengkonsumsi suplemen campuran alpukat dan minyak kedelai yang berguna untuk membantu mengobati lutut dan pinggul yang mengalami osteoarthritis dan memperlambat atau mencegah kerusakan sendi.
    – Menggunakan koyo kapsaisin untuk membantu meredakan nyeri.
  7. Menggunakan kompres panas dan dingin untuk membantu meredakan nyeri.
    Kompres panas dapat meredakan kekakuan dan kompres dingin dapat meredakan kejang otot dan nyeri.

Perubahan gaya hidup dan perawatan tertentu adalah kunci untuk mengelola rasa sakit dan mencegah terjadinya kecacatan. Jika Anda mengalami stress, maka coba berkonsultasilah dengan dokter.

Pencegahan Osteoarthritis
Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan resiko terjadinya osteoarthritis :

  1. Menjaga berat badan agar tetap dalam rentang normal.
  2. Mengontrol kadar gula dalam darah.
  3. Melakukan aktifitas fisik seperti olahraga.
  4. Melakukan pola hidup sehat.

 

Sumber :

  1. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteoarthritis/manage/ptc-20198253
  2. http://patient.info/health/osteoarthritis-leaflet
  3. http://www.arthritis.org/about-arthritis/types/osteoarthritis/articles/oa-prevention.php

Hits: 8

Mengenal Penyakit Ginjal Akut, Gejala, Penyebab dan Diagnosanya

Ginjal yang rusak berakibat berhenti berfungsi. Kondisi ini tidak datang tiba-tiba, namun sudah disertai dengan gejala sejak lama yang harus anda pahami. Jika sudah berhenti berfungsi dinamakan penyakit ginjal akut dengan gejala sebagai berikut: adalah kondisi ginjal yang secara tiba-tiba berhenti berfungsi. Jika kondisi ini tidak segera ditangani

  • Rasa mual dan ingin muntah salah satunya akibat dehidrasi
  • Nyeri perut tapi bukan diare dan biasanya menyebar ke pinggang belakang
  • Penderita tekanan darah tinggi berisiko kondisi ini, biasanya ditandai dengan sering merasa kebingungan
  • Tubuh bengkak akibat penimbunan cairan yang tidak bisa dicerna dengan baik

Secara medis gejala penyakit ginjal ini sangat cepat sehingga perlu diwaspadai diantaranya adalah sering buang air kecil, rasa nyeri saat buang air kecil dan biasanya urin berbau dan nyeri punggung. Jika gejala disertai dengan infeksi dan diare maka akan diikuti demam atau terasa menggigil sehingga merasa kehilangan nafsu makan.

Orang dengan Risiko Tinggi Menderita Penyakit Ginjal Akut

Orang-Orang yang Berpotensi untuk Terkena Penyakit Ginjal

Bagi anda yang mengalami kondisi kesehatan seperti berikut ini perlu waspada karena termasuk risiko tinggi menderita penyakit ginjal akut.

  • Usia lanjut > 65 tahun dengan riwayat penyakit kronis lain (jantung, ginjal, hati, diabetes)
  • Sering minum obat-obatan tertentu, jamu atau yang lainnya.
  • Punya riwayat gangguan kesehatan pada saluran kencing.

Penyakit ginjal memang lebih berisiko pada orang dengan kondisi kesehatan di atas, namun ternyata gaya hidup saat ini yang tidak sehat justru jadi pemicu yang tidak disadari dan membuat orang umum juga berisiko terkena penyakit ini. Beberapa kondisi tidak sehat yang sering tidak disadari mengganggu kesehatan ginjal diantaranya adalah konsumsi minuman jamu atau minuman penyegar yang banyak dijual dan diiklankan di media secara berlebih. Beberapa minuman atau mungkin juga makanan yang banyak beredar di atas mengandung bahan yang tidak sehat/berbahaya bagi ginjal jika dikonsumsi berlebih. Rasa nikmat yang ditawarkan serta gencarnya promosi media banyak membuat orang tak sadar dan baru menyesal setelah terkena sakit ginjal kondisi akut.

Penyebab Umum Penyakit Ginjal Akut

Penyebab Penyakit Ginjal Akut

Ginjal sebagai organ vital yang terkait dengan fungsinya untuk menyaring darah dan membuang racun seringkali mengalami gangguan penyakit ginjal akut akibat beberapa hal ini :

  • Pernah atau sering mengalami perdarahan, diare, atau muntah dan menyebabkan dehidrasi
  • Kelainan pembuluh darah misalnya saja mengalami inflamasi yang membuat pembuluh darah utama terganggu fungsinya untuk mengalirkan darah ke ginjal
  • Gangguan kesehatan radang dinding pembuluh darah yang membuat darah tidak bisa mengalir ke ginjal
  • Gagal jantung atau hati yang membuat volume darah ke ginjal berkurang
  • Efek samping obat-obatan yang dikonsumsi dalam jangka panjang

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Diagnosa Penyakit Ginjal Akut

 

Gejala penyakit ginjal akut di atas baru bisa dipastikan melalui diagnosa medis oleh dokter dengan melakukan tes urin dan tes darah. Hasil diagnosa akan di cek dengan beberapa langkah berikut ini:

  • Kadar kreatinin (produk limbah kimia yang dihasilkan oleh otot-otot tubuh) di dalam darah normal atau berlebih
  • Ginjal normal akan membuang racun tubuh sehingga kadarnya rendah
  • Cek riwayat kesehatan penderita untuk mengetahui penyebab dan pengobatan yang cocok

Jika kondisi penyakit ginjal belum parah, beberapa langkah berikut ini biasanya akan diresepkan oleh dokter:

  • Jika penyebabnya infeksi maka dokter akan meresepkan obat untuk  mengobati infeksi tersebut
  • Banyak minum cairan untuk menghindari dehidrasi
  • Stop konsumsi obat yang punya efek samping terhadap ginjal

Jika kondisi penyakit ginjal lebih spesifik maka biasanya penderita akan di rujuk ke dokter spesialis ginjal (nefrologi) atau dokter spesialis urologi dan butuh rawat inap manakala kondisi pasien sebagai berikut:

  • Ada komplikasi penyakit prostat yang membuat pasien susah buang air kecil
  • Penderita dalam kondisi gawat darurat sehingga butuh tes medis lanjutan untuk mengawasi fungsi  ginjal
  • Ada potensi risiko komplikasi penyakit dalam yang lainnya

Komplikasi Penyakit Ginjal Akut, Pencegahan dan Pengobatannya

 

Karena fungsi ginjal terkait dengan organ vital lain maka punya risiko kemungkinan komplikasi penyakit lain seperti:

  • Gagal ginjal kronis yang menyebabkan ginjal rusak total
  • Edema paru yang fatal akibat cairan di dalam paru-paru.
  • Asidosis metabolik akibat keasaman darah berlebih dengan gejala mual dan sulit bernapas sehingga otot menjadi lemah, lumpuh, dan gagal jantung.

Gagal Ginjal Kronis karena gejalanya mirip dengan sakit biasa menyebabkan banyak orang tidak sadar dan baru berobat saat sudah stadium lanjut. Kondisi kesehatan seseorang memiliki risiko tinggi mengalami gagal ginjal kronis, jika kondisi berikut ini:

  • Penderita hipertensi dan diabetes.
  • Riwayat keluarga pengidap gagal ginjal kronis.
  • Penderita inflamasi dan infeksi pada ginjal, gangguan ginjal polikistik, batu ginjal atau gangguan prostat, kelainan bawaan saat masih dalam kandungan.

Penyakit ginjal polikistik disebabkan oleh satu atau beberapa gen yang cacat di dalam tubuh. Penyakit ini kemudian diturunkan dalam satu keluarga sehingga cacat genetika sudah ada sejak lahir. Cacat genetika bisa berasal dari salah satu atau kedua orang tua.

Ginjal polikistik merupakan penyakit turunan, maka untuk menentukan diagnosis dokter akan menanyakan riwayat kesehatan keluarga Anda. Selain itu dokter juga akan meminta Anda lakukan tes darah dan tes urin. Untuk mengetahui ukuran dan jumlah kista ginjal yang dimiliki seseorang, terdapat beberapa tes yang akan disarankan oleh dokter, seperti USG, CT scan, dan MRI.

Pengobatan Gagal Ginjal Kronis

 

Jika diagnosa penderita dinyatakan menderita gagal ginjal kronis maka perlu pengobatan medis sesuai dengan tingkat dan risiko penderita seperti berikut ini:

  • Obat untuk mengurangi gejala dan mencegah kondisi lebih serius
  • Belum ada obat untuk sakit gagal ginjal kronis
  • Cuci darah seminggu 2x merupakan pengobatan agar pasien bertahan hidup

Khusus penyakit ginjal polikistik karena merupakan faktor keturunan maka perlu di cek riwayat penderita. Bagi yang awalnya punya sakit hipertensi, maka obat biasanya  diarahkan untuk menetralkan tekanan darah, mengurangi rasa sakit (sakit kepala, punggung) dan jika punya riwayat saluran kemih dan saat ini kambuh maka antibiotik banyak diresepkan untuk infeksi saluran kemih tersebut. Diet tidak konsumsi garam berlebih baik untuk dilakukan untuk kondisi penderita yang punya gen bawaan penyakit ginjal.

Pencegahan Penyakit Gagal Ginjal Kronis:

Seperti penyakit dalam lainnya, gagal ginjal kronis terjadi akibat pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Untuk mencegah penyakit ini beberapa kebiasaan buruk juga harus dihindari seperti merokok dan alkohol, lakukan olahraga teratur, hindari konsumsi obat-obatan bebas. Lebih hati-hati bagi yang punya riwayat penyakit dalam lainnya seperti penyakit diabetes, infeksi saluran kencing.

Beberapa makanan yang bagus untuk ginjal adalah makanan yang kaya akan mineral dan vitamin, tidak berlemak atau terlalu asin, banyak biji-bijian, sayur, dan buah. Karena fungsi ginjal erat kaitannya dengan cairan maka Anda harus cukup minum air mineral setiap hari setidaknya 8 gelas per hari. Cara mudah cek konsumsi air cukup atau tidak adalah dengan memperhatikan warna urin Anda. Warna urin harus jernih, jika coklat tua, atau kekuningan artinya kurang cairan.

Hindari konsumsi alkohol dan rokok karena keduanya jadi pemicu hipertensi yang jadi salah satu penyebab penyakit ginjal. Olah raga kardio seperti bersepeda, berenang, atau berlari guna sangat efektif untuk menjaga ginjal tetap sehat selain berfungsi untuk mendapatkan berat badan yang ideal.

Hits: 26

Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Siapa yang tidak mengenal penyakit ‘Tekanan Darah Tinggi’. Bahkan sebagian orang mendengarnya saja sudah khawatir. Apa yang membuat orang menjadi khawatir? Apakah benar ini merupakan penyakit keturunan?

Tekanan darah merupakan tekanan yang mengalir melalui pembuluh darah melawan dinding pembuluh darah.Tekanan darah tergantung pada:

  • Berapa banyak darah yang dipompa oleh jantung: makin banyak volumenya maka makin tinggi tekanannya.
  • Resistensi pembuluh darah (daya tolak) terhadap aliran darah: makin sempit pembuluh darah makin besar tekanannya. Penyempitan dapat disebabkan oleh terbentuknya plak kolesterol di dinding bagian dalam arteri.

Saat kita melakukan pengukuran tekanan darah, maka akan ada 2 macam tekanan darah yaitu
Tekanan darah sistolik
– Merupakan angka pertama pada tekanan darah yang terbaca.
– Sistolik mengacu pada tekanan darah ketika memompa darah melalui pembuluh darah arteri ke seluruh tubuh.

Tekanan darah diastolik
– Merupakan angka kedua pada tekanan darah yang terbaca.
– Diastolik mengacu pada tekanan darah ketika jantung beristirahat diantara ketukan dneyut jantung.

Pada kondisi normal tekanan darah dapat naik dan turun sepanjang hari. Tetapi jika tetap tinggi untuk waktu yang cukup lama maka hal ini lah yang disebut menderita hipertensi. Menderita hipertensi berarti tekanan pada darah didalam pembuluh darah lebih tinggi dari yang seharusnya dan menyebabkan kondisi yang berbahaya. Karena hal ini dapat memicu terjadinya penyakit jantung dan stroke.
Pada umumnya ketika mengalami kenaikan tekanan darah melebihi rentang normal seseorang  tidak merasakan atau memiliki tanda dan gejala. Beberapa orang hanya merasa sakit kepala, sesak nafas atau mengalami mimisan, namun tidak ada tanda dan gejala yang spesifik terkait kenaikan tekanan darah yang melebihi rentang normal. Oleh sebab itu penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi dikenal sebagai “silent killer”.

Rentang normal tekanan darah

Usia Tekanan Darah Normal
18-59 tahun <140/90mmHg
>60 tahun <150/90mmHg
Penderita Diabetes Melitus, penderita penyakit pada ginjal, penyakit pada jantung, wanita hamil. <140/90mmHg

Jenis Tekanan Darah Tinggi
Terdapat dua jenis hipertensi yang dapat dikelompokkan :

Primary Hypertension
Tidak ada penyebab yang jelas untuk terjadinya hipertensi. Pada jenis ini hipertensi cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun.

Secondary Hypertension
Pada beberapa orang dapat mengalami hipertensi karena suatu kondisi yang dialami. Hipertensi jenis ini cenderung terjadi tiba-tiba dan biasanya lebih tinggi dari  primary hypertension. Berikut beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya secondary hipertensi :

  • Obstructive sleep apnea
  • Masalah pada ginjal
  • Masalah pada thyroid
  • Cacat pada pembuluh darah (bawaan lahir)
  • Mengkonsumsi obat-obat tertentu seperti : pil KB, obat flu, antinyeri.
  • Mengkonsumsi alkohol

Penyebab Tekanan Darah Tinggi
Hingga saat ini belum diketahui dengan pasti penyebab tekanan darah tinggi. Sebagian besar penderita tekanan darah tinggi tidak memiliki penyebab tunggal. Tekanan pada pembuluh darah tergantung pada beberapa hal seperti:

  • Berapa kuat jantung memompa darah
  • Berapa besar daya dorong dinding pembuluh darah
  • Penyempitan pembuluh darah
  • Volume darah

Faktor Resiko Hipertensi
Meskipun penyebab utamanya belum diketahui namun beberapa factor resiko berikut ini turut memberikan kontribusi terhadap munculnya tekanan darah tinggi.

  • Riwayat keluarga
    Jika anda memiliki orang tua atau kerabat yang menderita tekanan darah tinggi maka anda memiliki resiko juga untuk menderita tekanan darah tinggi. Hal ini juga mungkin saja terjadi pada keturunan berikutnya. Itulah sebabnya anak-anak juga sebaiknya tekanan darahnya juga dipantau dengan rutin.
  • Usia
    Makin bertambah usia seseorang, tekanan darah pun akan meningkat. Anda tidak dapat mengharapkan bahwa tekanan darah Anda saat muda akan sama ketika Anda bertambah tua. Namun Anda dapat mengendalikan agar jangan melewati batas atas yang normal. Bertambah usia akan menyebabkan arteri makin kaku sehingga resistensi terhadap aliran darah menjadi lebih besar dan tekanan darah meningkat.
  • Jenis kelamin
    Pada usia 30 – 40 tahun, pria lebih beresiko menderita tekanan darah tinggi  dibandingkan wanita. Namun setelah menopause, wanita mempunyai resiko yang sama dengan pria.
  • Kurangnya aktifitas fisik
    Aktifitas fisik sangat baik bagi tubuh terutama jantung kita. Gaya hidup yang tidak banyak bergerak akan meningkatkan resiko penyakit tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner hingga stroke.
  • Kelebihan berat badan hingga obesitas
    Kelebihan berat badan hingga obesitas akan semakin meningkatkan resiko mengalami tekanan darah tinggi.
  • Konsumsi garam yang berlebihan.
    Garam akan menahan cairan di dalam tubuh sehingga volume darah juga meningkat. Dengan meningkatnya volume darah maka tekanan pada pembuluh darahpun juga akan naik.
  • Merokok
    Tidak hanya tembakau dalam rokok yang dapat menaikkan tekanan darah, namun juga bahan kimia dalam tembakau dapat merusak lapisan dinding pembuluh darah arteri.
  • Mengkonsumsi terlalu sedikit kalium dan vitamin D
    – Kalium membantu menyeimbangkan jumlah natrium dalam sel. Jika Anda tidak mengkonsumsi cukup kalium dalam makanan maka dapat menumpuk terlalu banyak natrium dalam darah.
    – Vitamin D dapat mempengaruhi enzim yang diproduksi ginjal yang mempengaruhi tekanan darah sehingga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi apabila kekurangan vitamin D.
  • Mengkonsumsi alkohol terlalu banyak
    Mengkonsumsi alkohol terlalu banyak dapat menyebabkan kerusakan pada jantung.
  • Stress
    Tingginya tingkat stress secara bertahap dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Menderita penyakit kronis
    Menderita penyakit kronis seperti penyakit pada ginjal, diabetes melitus dapat meningkatkan resiko menderita hiprtensi.

Komplikasi Tekanan Darah Tinggi.
Jika kondisi tekanan darah tinggi tidak ditangani dengan cepat dan tepat maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi komplikasi seperti

  • Serangan jantung atau stroke
  • Gagal jantung
  • Menyempitnya pembuluh darah pada ginjal
  • Pembuluh darah pada mata mengalami penebalan, penyempitan atau sobek.
  • Gangguan metabolisme tubuh yang menyebabkan meningkatnya trigliserida, menurunnya HDL.
  • Masalah pada ingatan.

Penanganan dan pencegahan Tekanan Darah Tinggi
Mengubah gaya hidup dapat membantu mengontrol tekanan darah. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan terapi pengobatan yang tepat. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengontrol tekanan darah:

  • Berkonsultasi dengan Dokter untuk mendapatkan terapi pengobatan untuk mengontrol tekanan darah agar tetap dalam rentang normal.
  • Mengkonsumsi makanan sehat dengan rendah garam seperti mengkonsumsi lebih banyak buah-buahan, sayuran, ikan dan makanan olahan susu yang rendah lemak.
  • Menurunkan konsumsi garam yaitu hanya 1,5gram atau setara seujung sendok makan  (1 sendok makan garam =10gram) per hari bagi penderita hipertensi, diabetes dan penyakit ginjal dan 2,3gram atau setara ¼ sendok makan per hari bagi orang yang sehat.
  • Rutin melakukan olahraga minimal 30 menit setiap hari.
  • Membatasi konsumsi alkohol.
  • Menjaga berat badan agar tetap terkontrol atau menjadi normal.
  • Berhenti merokok.
  • Memonitoring tekanan darah agar tetap terkontrol.

Melakukan monitoring tekanan darah setiap hari. Hal ini berguna untuk melihat apakah obat bekerja secara efektif. Jangan menghentikan obat atau mengubah waktu pemakaian obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Sumber :

  1. https://www.cdc.gov/bloodpressure/
  2. https://www.cdc.gov/bloodpressure/about.htm
  3. http://www.pharmacytimes.com/news/the-jnc-8-hypertension-guidelines-an-in-depth-guide
  4. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/basics/lifestyle-home-remedies/con-20019580
  5. http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy/art-20046098
  6. https://nyatetresep.wordpress.com/konversi-ukuran-satuan-ukuran-yang-biasa-digunakan-dalam-resep/
  7. http://watchlearnlive.heart.org/CVML_Player.php?moduleSelect=bpanat
  8. http://patient.info/health/high-blood-pressure-hypertension

http://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/HighBloodPressure/UnderstandYourRiskforHighBloodPressure/Understand-Your-Risk-for-High-Blood-Pressure_UCM_002052_Article.jsp#.WBnCQtV97IU

Hits: 88