Katarak adalah area berawan atau perkabutan di dalam lensa mata. Tergantung besar dan letaknya hal ini dapat mengganggu penglihatan mata.

Kebanyakan katarak terjadi pada orang diatas umur 55 tahun. Tetapi terkadang dapat terjadi pada golongan umur yang lebih muda akibat trauma atau obat-obatan. Biasanya katarak ini mengenai kedua mata namun dapat terjadi di salah satu mata saja.

Lensa mata terletak di dalam mata di belakang iris, bagian mata yang berwarna. Normalnya, lensa mata menerima cahaya dari luar dan memfokuskan ke retina yang kemudian meneruskannya ke otak lewat saraf mata. Bilamana lensa ini terganggu oleh area berawan (kabut) ini maka cahaya dari luar terhalang masuk dengan baik ke dalam mata sehingga mengakibatkan gangguan penglihatan. Lensa manusia terdiri dari komposisi protein dan air. Pengkabutan (perselubungan) lensa mata diakibatkan oleh perubahan (peluruhan) protein dan serat mata.

Pada pensiunan Pertamina banyak dijumpai kasus ini dan di Indonesia katarak ini masuk dalam penyebab kebutaan terbesar selain glaucoma namun reversible (dapat disembuhkan).

Penyebab & Faktor Resiko

Katarak seringkali terjadi oleh karena faktor penuaan namun ada faktor lain yang dapat memicu terjadinya katarak, termasuk :

  • Diabetes mellitus. Orang dengan diabetes mempunyai reiko tinggi terhadap katarak.
  • Obat-obatan. Beberapa pengobatan berhubungan dengan katarak  seperti ;
    • Kortikosteroid.
    • Chlorpromazine dan phenothiazine lain.
  • Radiasi Ultraviolet. Penelitian menunjukkan bahwa paparan ultraviolet dapat memicu kejadian katarak.
  • Merokok. Ada kemungkinan hubungan antara perselubungan lensa mata dengan merokok.
  • Alkohol. Beberapa penelitian menerangkan peningkatan kejadian katarak pada orang yang mengkonsumsi alkohol lebih banyak daripada orang yang sedikit (jarang) konsumsi alkohol.
  • Kekurangan Nutrisi. Ada bukti (dalam penelitian) ada kemungkinan timbulnya katarak karena kekurangan antioksidan (Vitamin C, E, dan karotenoid).
  • Riwayat Keluarga. Apabila keluarga terdekat mempunyai katarak, maka seseorang mempunyai kemungkinan lebih besar terjadi katarak.

Relatif jarang, katarak dapat muncul pada bayi baru lahir yang mungkin dikarenakan infeksi rubella. Katarak dapat muncul oleh karena cedera pada mata atau glaucoma.

 

Gejala

Katarak berkembang sangat pelan. Gejala dan tanda sebagai berikut :

  • Penglihatan kabur
  • Penurunan intensitas warna
  • Peningkatan sensitivitas cahaya terutama malam hari (silau) sehingga sulit melihat di waktu malam
  • Perubahan refraksi/tajam penglihatan mata

 

Pengobatan

Bila gangguan penglihatan masih kecil/minimal seseorang dianjurkan untuk memonitor perubahan tajam penglihatannya dan cek rutin ke dokter tanpa operasi.

Di beberapa kasus, penggunaan lensa kaca mata anti silau dapat membantu mengurangi silau pada cahaya di waktu malam.

Bila gangguan dirasa semakin mengganggu maka mungkin diperlukan operasi katarak. Operasi ini mengganti lensa mata dengan lensa buatan yang disebut dengan Intra Okuler Lens (IOL).

Operasi ini tentu saja mempunyai efek samping seperti infeksi dan perdarahan, inilah pentingnya untuk konsultasi dengan dokter mata terkait keuntungan dan resiko operasi ini.

Operasi katarak merupakan operasi yang aman dan efektif untuk pengobatan terhadap katarak. Sekitar 90% pasca operasi ini pasien melaporkan perbaikan.

 

 

 

Sumber:

American Optometric Association. https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/cataract?sso=y

Hits: 18