Jakarta – Senin, 8 Juni 2020 adalah hari pertama pekerja dan mitra kerja Yayasan Kesehatan Pertamina melakukan Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan dan skema yang telah diatur. Sebelum memasuki Masa Transisi New Normal, para pekerja dan mitra kerja melaksanakan Rapid Test sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan Perusahaan. Selain Rapid Test dibagikan Medical Kit berupa masker, hand sanitizer, dan vitamin. 

Pekerja dan mitra kerja Yakes Pertamina yang kembali bekerja di kantor sebanyak 50% dari jumlah pekerja yang ada.  Pekerja dan mitra kerja Yakes Pertamina dibagi menjadi 4 tim, yaitu WFO Mandatory, WFO Flexibility, WFO Prosedur Masa Transisi, dan WFH Mandatory. WFO Mandatory adalah pekerja dan mitra kerja yang harus masuk dikarenakan posisi jabatan dan jenis pekerjaannya. WFO Flexibility adalah pekerja dan mitra kerja yang harus masuk sesuai dengan kebutuhan Yakes (masuk WFO 1-3 kali/seminggu). WFO Prosedur Masa Transisi adalah pekerja dan mitra kerja yang secara bertahap akan melaksanakan pekerjaan di tempat kerja sesuai dengan protokol/prosedur masa transisi. Tim ini dibagi menjadi Tim A dan Tim B. Sedangkan WFH Mandatory adalah pekerja dan mitra kerja dengan kriteria kondisi khusus atau memiliki status Orang Dalam Pemantauan (ODP), Orang Tanpa Gejala (OTG), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), atau positif Covid-19.

Untuk memberikan perlindungan kesehatan dan pencegahan penyebaran COVID-19, bagi para pekerja dan mitra kerja yang melakukan WFO mendapatkan fasilitas antar jemput bagi pekerja dan mitra kerja yang tidak memungkinkan menggunakan kendaraan pribadi. Jam kerja dilakukan sesuai protokol, yaitu masuk pukul 07:00-07:30 dan pulang pukul 15:30-16:00.

Sebelum masuk ke kantor, pekerja akan dicek terlebih dahulu suhu tubuh untuk memastikan bahwa pekerja dalam kondisi sehat dan siap bekerja. Yakes Pertamina membatasi kapasitas ruang kerja dengan memberikan tanda dan label serta mika antar meja agar terjaga social distancing.